Detail Berita

Koperasi Dituntut Bisa Bersaing Hadapi Pelaku Swasta dan BUMN

KEPANJEN – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M membuka kegiatan Pelatihan Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) bagi Pengelola Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam di Kabupaten Malang, bertempat di Pendopo Kantor Bupati Malang, Jalan Panji Kota Kepanjen, Senin (9/12). Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang, menilai, Pelatihan SKKNI bagi para pelaku Koperasi ini merupakan salah satu upaya strategis dalam rangka memberikan perhatian yang besar bagi pemberdayaan koperasi. Dengan harapan, dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang dan berkeadilan.

Sebagai bahan informasi, Bupati didampingi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Malang menyampaikan, perkembangan jumlah Koperasi di Kabupaten Malang per Oktober 2019 sejumlah 1291 Koperasi aktif, dengan jumlah anggota sebanyak 278.069 orang. Adapun rincian dalam pemodalan adalah: jumlah modal sendiri sebesar 834,4 Miliar, modal luar sebesar 1,05 Triliun, total aset 1,8 Triliun, dan volume usaha sebesar 2,3 Triliun serta Sisa Hasil Usaha sebesar 57,8 Miliar. Data tersebut telah memberikan gambaran bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar sebagai wilayah penggerak iklim koperasi dan juga UMKM.

‘’Guna mendukung hal tersebut Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya mengoptimalkan sumber daya aparatur, sekaligus memperkuat jalinan kerjasama kemitraan, dengan unsur akademisi maupun dengan pelaku bisnis. Selain itu terbentuknya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang telah beroperasi mulai awal tahun 2018, juga mampu berkontribusi positif dalam memberikan kemudahan pelayanan, terutama kepada pelaku koperasi dan UMK yang ada di Kabupaten Malang,” jelas Pak Sanusi dalam arahannya.

Koperasi memegang peranan penting sebagai wadah dalam menghimpun kegiatan perekonomian masyarakat agar mampu mewujudkan sistem ekonomi mandiri berbasis kerakyatan. Untuk mewujudkannya, Bupati menegaskan, sangatlah diperlukan adanya sinergitas yang baik antara seluruh elemen, baik Pemerintah, stakeholders, dan juga para pelaku usaha koperasi. Beliau optimis bahwa ke depan koperasi mampu meningkatkan peran dan fungsinya dalam menggerakkan sektor-sektor penting, agar dapat mempercepat proses pembangunan daerah, yang pada gilirannya dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang secara luas.

‘’Adanya uji kompetensi bagi koperasi ini semoga dapat memberikan motivasi kepada seluruh pengurus koperasi agar terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM di bidang koperasi. Agar ke depan mampu menjawab tantangan dan tuntutan manajemen koperasi yang akan semakin berat dan semakin kompleks. Koperasi dituntut bisa bersaing dengan pelaku yang lain, baik swasta dan BUMN. Karenanya, pelaku koperasi perlu terus dilatih untuk berkreasi agar koperasi berjalan baik dan berjalan standart kerja berkompetensi. Sebenarnya persoalan modal atau bukan urusan sesuatu yang satu-satunya menentukan kemajuan. Namun bagaimana berusaha dengan diikuti ketelitian dan akurat, serta mampu berkomunikasi dengan baik kepada siapapun dari pihak luar,” pungkas Pak Sanusi. (humas/poy)

Berita Lain